IKAN DISCUS (Symphysodon Discus)

Mengenal Ikan Discus (Symphysodon Discus)

Symphysodon discus atau yang kita kenal dengan sebutan ikan discus merupakan ikan hias yang berasal dari Amerika Selatan, tepatnya perairan lembah sungai Amazon. Bentuknya yang seperti piringan (disc) di tambah dengan warna-warni tubuhnya yang atraktif merupakan asal-usul ikan hias ini dinamakan ikan discus / ikan discuss. Julukan ikan diskus adalah raja akuarium, hal ini disebabkan karena pembawaan ikan hias discus sangat tenang dan gerakan ikan discuss juga sangat lembut.

Gambar Ikan Discus

Gambar Ikan Discus



Selain raja akuarium ratu kecantikan merupakan gelar lainnya yang di nobatkan pada ikan diskus, karena ikan diskus merupakan ikan yang paling indah dan paling cantik di perairan tawar. Warna-warni yang menghiasi seluruh tubuhnya menjadikan daya pikat tersendiri bagi ikan discuss, sehingga para pecinta ikan hias air tawar betah berlama-lama memandangi ikan hias yang satu ini. Ditambah lenggak-lenggoknya saat bergerak di dalam akuarium, membuat para pecinta ikan hias air tawar jatuh cinta dan berlomba untuk memilikinya.

Sejarah Ikan Discus

Dr. Heckel adalah orang yang pertama kali memperkenalkan ikan hias discus, pada tahun 1840 dengan nama Symphysodon Discus. Berdasarkan warna aslinya ikan diskus di bagi menjadi 3 varian, yaitu. Green Discus (Symphysodon Aequifasciata), Brown Discus (Symphysodon Aequifasciata Axelrodi), The Blue Variant (Symphysodon Aequifasciata Haraldi). Namun saat ini strains ikan diskus berjumlah puluhan, hal ini di sebabkan karena semakin banyak minat para pecinta ikan hias yang ingin memlihara ikan diskus, sehingga para peternak ikan discus melakukan serangkaian penelitian untuk menghasilkan strains-strains discus baru. Ikan diskus merupakan jenis ikan sosial (hidup secara berkelompok) bahkan di habitat aslinya ikan diskus hidup dalam klompok besar. Selain berkelompok ikan diskus juga merupakan salah satu dari sebagian ikan yang mau belajar.

Pellgerin adalah orang yang memperkenalkan genus discus lainnya, pada tahun 1904 beliau menulis tentang Symphysodon aequifasciata atau yang di kenal dengan Green discus. Green discus di temukan di dauan tafa selanjutnya coba di dibudidayakan di dalam akuarium. Percobaan demi percobaan di lakukan dan sekitar tahun 1950-an baru usaha membudidayakan green discus berhasil. Dua species lain dari discus di perkenalkan sekitar tahun 1960-an yaitu symphysodon aequifasciata axelordi dan symphysodon aequifasciata haraldi atau yang lebih populer di sebut brown discus dan blue discus. Namun sampai saat ini belum bisa di pastikan apakah kedua species benar-benar berbeda dengan discus sebelumnya atau merupakan hasil dari penangkaran.

Morfologi Ikan Discus

Ikan yang berbentuk seperti piringan ini mempunyai pesona pada bentuk tubuh dan keindahan warnanya. Pada umumnya bentuk tubuh ikan adalah memanjang, dan ini yang menjadi perbedaan mencolok dengan ikan diskus, bentuk tubuh ikan diskus unik seperti cakram atau piringan makanya di beri nama discus. Bentuk badannya tipis atau pipih dan agak bundar mirip ikan bawal. Warnanya menarik dan sangat unik dengan corak warna yang bervariasi seperti ikan hias air tawar lainnya. Ada yang memiliki corak batik di sekujur tubuhnya dengan sirip yang utuh. Sirip ventral berbentuk juntai memanjang. Ada juga yang bercorak garis-garis pendek warna warni sesuai dengan variannya.

Meskipun bentuk tubuh genus symphysodon pipih dan melebar, tapi tidak sama dengan golongan cichlide yang lain, karena selain pipih ikan diskus juga membulat bahkan cenderung melingkar. Variasi warna ikan diskus sangat beragam begitu juga corak-coraknya, menjadikan ikan diskus memiliki kelas tersendiri di kalangan pecinta ikan hias air tawar. Umur ikan diskus bisa mencapai 10 tahun jika di pelihara dengan kondisi air yang bagus dan ikan terawat dari serangan penyakit.

Taksonomi Ikan Discus

Ikan diskus termasuk golongan Symphysodon, yang pada umumnya di bagi menjadi tiga jenis spesies discus, yaitu Symphysodon discus (Diskus Heckel), Symphysodon aequifasciatus (Diskus biasa) dan Symphysodon Tarzoo (jenis ikan diskus baru dan belum di beri nama). Namun pada kejian lanjutan yang terbit pada agustus 2007 menggolongkan bahwa genus di kelaskan dalam spesies Discus Hijau (Symphysodon Aequifacuatus), diskus biasa/biru/pirang (Symphysodon Haraldi) dan Discus Hecknel (Symphysodon Discus). Kedua kajian tersebut menggolongkan 3 spesies dengan pengecualian nama saintik bagi jenis-jenis ikan discus setiap variannya.

Sistematika Ikan Discus

  • Kingdom        : Animalia
  • Kelas               : Actinopterygii
  • Filum              : Chordata
  • Family            : Cichlidae
  • Ordo              : Perciformes
  • Sub Ordo      : Percoidea
  • Nama lokal   : Diskus
  • Genus            : Symphysodon
  • Species          : Symphysodon discus

Karakteristik Ikan Discus

Bentuk badan seperti piringan dan pipih saat di lihat bagian sampingnya. Disepanjang tubuhnya memiliki pola warna berupa garis-garis pendek, setiap jenisnya memiliki warna garis yang berbeda-beda. Garis tengah tubuh discus paling besar kisaran 15cm dan warna matanya merah. Genus symphysodon memiliki bentuk tubuh pipih melebar. Yang menjadi perbedaan dengan golongan lain cichilide adalah, bentuk ikan genus ini membulat seperti lingkaran.

Variasi warna ikan diskus sangat menakjubkan di tambah lagi adanya variasi corak pada tubuhnya menjadikan ikan ini tergolong ikan berkelas. Ikan diskus termasuk ikan panjang umur, jika tidak terserang penyaki dan di pelihara di tempat yang kondisi airnya baik usia ikan diskus bisa sampai 10 tahunan. Ada 4 jenis ikan discus yang dibudidayakan. Jenis-jenis ikan discus tersebut adalah Brown Discus, Heckel Discus, Blue Discus dan Green Discus. pH air yang baik untuk memelihara ikan hias discus antara 5-6,5 dan kekerasan air lunak sekitar 3-50 dH. Sedangkan suhu yang di butuhkan adalah 25-30⁰C.

Habitat dan Penyebaran Ikan Discus

Symphysodon discus (ikan diskus) habitat aslinya adalah perairan tenang sungai amazon dan Rio Negro. Ikan ini termasuk ikan omnivora dengan gerakan tubuh yang sangat halus, ikan diskus juga sangat di kenal luas dengan julukan “king of aquarium”. Symphysodon spesies banyak terdapat pada sungai di cekungan amazon (dataran rendah amazonia) dan pinggiran danau dataran banjir. Dan merupakan salah satu jenis dari fauna yang tergolongan ikan neotropical.

3 jenis Symphysodon tersebar pada geografis yang berbeda. Symphysodon aequifasciatus tersebar di Río Putumayo-Ica, Rio Amazonas dan Solimões Rio di Brazil, Peru dan Kolombia. Sedangkan Symphysodon discus penyebarannya terbatas pada bagian hilir Rio Negro, Abacaxis dan sungai Trombetas. Dan untuk Symphysodon tarzoo tersebar di hulu Manaus Amazon barat.

Budidaya Ikan Discus

Bahasan selanjutnya adalah cara budidaya ikan discus, Hal yang pertama kali harus kita lakukan saat akan memulai budidaya ikan discus adalah memilih ikan discus jantan dan ikan discus betina.

Peternakan Ikan Discus di Jakarta

Perbedaan Ikan Discus Jantan dan Betina

Untuk membedakan ikan discus jantan dan betina lebih mudah dilakukan apabila kita mengamati sekumpulan calon indukan yang di besarkan bersama-sama dalam 1 wadah.

Cara membedakan discus jantan dan discus betina yang terdapat dalam 1 wadah, perhatikanlah ciri berikut. Discus jantan biasanya memiliki bentuk forehead lebih kasar dan kekar begitu pula dengan postur tubuh discus jantan, biasanya lebih besar dari discus betina. Sedangkan ikan discus betina selain memiliki bentuk forehead lebih halus ukuran tubuhnya lebih kecil dari ikan discus jantan.

Adapun cara lainnya yang bisa kita lakukan untuk membedakan discus jantan dan discus betina adalah dengan memperhatikan bagian mulut dan hidung, ciri-ciri hidung ikan discus jantan bentuknya agak bengkok sedangkan ikan discus betina bentuk hidungnya lurus. Mulut ikan discus jantan bibir atasnya lebih menonjol di banding bibir bawahnya, untuk ikan discus betina bentuk mulutnya simetris yaitu bibir atas dan bawah sama besar.

Membedakan discus jantan dengan discus betina bisa juga di lakukan dengan memperhatikan sirip pada bagian duburnya. Discus betina bentuk sirip duburnya membulat sedangkan discus jantan sirip duburnya rata-rata lurus. Pergerakan discus jantan lebih agresif di banding dengan pergerakan discus betina. Bentuk alat kelamin genitalnya pun bisa kita amati untuk menjadi acuan kita dalam membedakan antara discus jantan dan discus betina. Alat kelamin discus jantan berbentuk bulat dengan panjang sekitar 1 ½mm. Sedangkan organ genital discus betina berbentuk lonjong (elips) dengan ujung menumpul.

Ciri-Ciri Ikan Discus yang Baik Untuk di Jadikan Indukan

  • Sehat
  • Sisik tersusun rapi, berbentuk bulat dan tidak cacat
  • Gerakannya normal atau wajar, tidak bergerak lamban atau miring.
  • Mata menonjol namun tidak melotot keluar
  • Siap memijah atau matang gonad

Ciri Ikan Discus yang Siap Mijah

Dalam 1 wadah pemeliharaan ikan diskus kita bisa dengan mudah menemukan ikan diskus yang siap mijah, biasanya ikan diskus yang siap mijah akan memisahkan diri dari rekan-rekannya. Ikan hias discus termasuk ikan yang sangat setia dengan pasangannya, oleh sebab itu ikan diskus tidak bisa di pijahkan dengan sembarangan pasangan, dan harus di pijahkan dengan pasangannya saja.

Pasangan yang siap mijah sebaiknya di pisahkan ke wadat tersendiri dan terus di perhatikan perkembangannya. Untuk pemijahan sebaiknya discus jantan berusia sekitar 1,3 tahun dan 1 tahun untuk discus betina.

Proses Pemijahan

Pasangan yang siap untuk pemijahan di taruh di wadah aquarium yang di lengkapi dengan beberapa potongan pipa, atau pecahan genteng sebagai media tempat menempelkan telur-telur ikan discus. Proses perjodohan bisa berlangsung sekitar 3-10 hari, adapun proses perkawinanya di tandai dengan indukan jantan mengitari pasangannya. Pada proses ini warna ikan discus jantan akan terlihat sangat cerah, matanya terlihat berbinar dan sirip-siripnya mengembang penuh.

Ikan discus betina akan meletakan telurnya, selanjutnya ikan discus jantan akan membuahinya. Proses pemijahan ini belangsung selama beberapa jam. Indukan yang baik bisa menghasilkan telur sekitar 200-350 butir telur.

Setelah proses pemijahan, pasangan ikan discus akan menunggui telurnya. Sirip-sirip dadanya di gunakan untuk mengipasi telur-telur mereka, hal ini dilakukan agar telur-telur tersebut terlindungi dari kotoran atau jamur-jamur spora yang dapat menempel pada telur setiap saat. Selama proses pengeraman ini, kebersihan aquarium harus tetap terjaga, dan indukan ikan discus harus tetap di beri pakan yang cukup. Proses pengeraman bisa berlangsung sekitar 3-6 hari sejak peletakan telur, kemudian telur akan menetas menjadi larva, selanjutnya akan terus tumbuh menjadi discus dewasa.

Penetasan Telur

Layaknya keluarga chiclid lainnya, ikan discus juga menempelkan telurnya pada suatu substrat atau benda.  Maka menambahkan pecahan genteng, potongan paralon atau benda lain yang halus permukaannya adalah sangat penting sebagai media ikan discus menempelkan telurnya. Telur ikan discus akan menetas dalam waktu 2-4 hari sejak di buahi. Induk ikan discus bisa menjadi inang asuh telur-telurnya.

Terkadang telur tidak menetas secara serentak, paling telat telur menetas 8 hari setelah di buahi, namun bila dalam waktu 4 hari telur belum menetas, sang induk discus akan gelisah dan memakani telur-telurnya. Sifat kanibalisme terjadi bukan karena sang induk teramat sayang sama keturunannya, tetapi ada penyebab lain. Seperti kualitas air yang buruk, lingkungan sekitar yang gaduh, setres melihat orang berlalu lalang di sekitarnya dan lain sebagainya.

Oleh karena itu tingkat keberhasilan penetasan telur ikan diskus sekitar 50% dari total jumlah telur yang di buahi discus jantan. Namun hal itu tidak baku sebagai acuan dalam budidaya ikan discus. Tingkat kegagalan pada telur akan semakin tinggi apabila perlakuan kita kurang baik dalam menjaga kualitas air serta menjaga lingkungan agar tenang dan nyaman. Tingkat keberhasilan yang kita peroleh akan semakin tinggi, apabila kita mampu menjaga kondisi air, dan lingkungan yang dapat membuat discus merasa nyaman.

Perkembangan Telur Ikan Discus

1-2 hari pertama

Pada tahap ini perkembangan telur-telur akan mulai terlihat, dari semula telur berwarna kuning berangsur memerah transparan dan pada bagian tengahnya mulai tampak bintik hitam, atau mata dari benih ikan discus. Jika hal ini terjadi, bisa disimpulkan berarti benih ikan diskus di buahi dengan baik oleh discus jantan. Sedangkan telur yang tidak terbuahi warnanya tidak berubah atau tetap transparan, selanjutnya akan berubah memutih dan membusuk.

2-3 hari

Pada kurun waktu ini telur-telur mulai menetas, di mulai dari menipisnya kulit telur lalu larva-larva yang berkembang di dalam telur akan bergerak-gerak di dalam telur, gejala ini akan terlihat seperti getaran-getaran halus pada telur. Selanjutnya ekor larva mulai menucat keluar dan bergerak-gerak. Walau sudah keluar dari telur namun larva-larva tetap melekat pada substratnya.

Hari ke-4

Pertumbuhan larva menunjukan kemajuan, dan biasanya pasangan induk akan memindahakan larva-larva baik sebagian maupun keseluruhan. Larva-larva tersebut di pindahkan ke tempat yang lebih aman oleh pasangan induk discus.

Hari ke-5

Larva Diskus

Larva Discus

Perkembangan larva sudah semakin baik, hal ini di tandai dengan aktivitasnya yang semakin meningkat, dan akan terlihat semakin seringnya larva-larva bergerak keluar dari kumpulannya. Pasangan induk discus akan sangat sibuk mengumpulkan larva yang mulai tercerai berai dan mencoba mengembalikan ke kumpulan mereka.

Hari ke-6

Memasuki hari ke-6 larva-larva sudah semakin baik pertumbuhannya, hal ini bisa di lihat dari kemampuan larva berenang bebas. Larva-larva akan berpindah berenang dari substrat ke tubuh induknya. Makanan larva pada usia hari ke-6 akan di dapatkan dari induknya, yaitu lendir yang di produksi tubhu induknya, selain itu perpindahan ke tubuh induknya juga memberikan efek perlindungan yang lebih baik lagi bagi larva-larva tersebut.

Cara Memelihara Ikan Discus

Permaslahan yang sering terjadi saat memelihara ikan discus adalah stress. Ikan discus yang stress akan mudah terserang penyakit. Perlu kita ketahui setiap akuarium terdapat koloni mikroorganisme, baik yang bermanfaat maupun yang menjadi sumber penyakit pada ikan. Hal ini bisa kita hindari jika kita tau cara merawat ikan discus. Berikut adalah hal yang perlu di perhatikan saat kita memelihara atau merawat ikan discus.

Menyediakan Perlengkapan yang Dibutuhkan

Kondisi di dalam akuarium kuat pengaruhnya terhadap kesehatan ikan discus. Oleh karena itu, kita harus menyiapkan beberapa peralatan dan perlengkapan yang di butuhkan. Heater adalah salah satu perlengkapan yang kita butuhkan. Heater berfungsi untuk menyediakan panas pada akuarium. Saat suhu air di dalam akuarium dingin, kita bisa menggunakan alat ini untuk menghangatkan air akuarium, agar suhu-nya sesuai dengan yang di butuhkan ikan diskus. Suhu normal untuk memelihara ikan diskus biasanya kisaran 25-30⁰C.

Penerangan juga harus kita sediakan, karena penerangan juga berpengaruh untuk kesehatan ikan diskus. Selain itu fungsi penerangan lainnya membuat ikan diskus yang kita pelihara terlihat lebih indah.

Menjaga kebersihan air merupakan faktor paling utama yang harus kita perhatikan. Karena air yang kotor sangat mendukung pertumbuhan bakteri jahat yang menjadi sumber penyakit ikan diskus yang kita pelihara. Aerator adalah alat yang berfungi mengatur sirkulasi air, dan dengan bantuan alat ini di tambah dengan filter kita bisa menyaring kotoran yang berada di dalam akuarium. Baik kotoran dari sisa makanan maupun kotoran dari ikan yang kita pelihara. Mengganti air atau menguras air secara teratur juga penting untuk menjaga kebersihan air, gantilah lair seminggu sekali, namun jangan ganti air secara keseluruhan cukup ganti seperempatnya saja.

Makanan Ikan Discus

Ikan hias discus termasuk jenis ikan karnivora, walaupun begitu makanan campuran nabati dan daging pun disukai. Di toko-toko ikan hias banyak yang menjual makanan ikan discus agar cepat besar. Yaitu berupa pellet yang di buat khusus untuk ikan discus, selain pellet tubifex atau cacing sutra juga sangat di sukai ikan diskus, baik yang hidup, beku dan kering. Selain cacing makanan ikan discus alami lainnya yaitu berupa cuk, larva-larva serangga dan kutu air.

Perawatan dan pemberian pakan yang teratur dapat menghasilkan pertumbuhan discus yang sehat dan berkembang dengan baik. Sebaliknya, jika perawatan dan pemberian pakan tidak teratur. Maka akan berdampak mudahnya discus terkena pernyakit dan pertumbuhannya pun tidak sesuai harapan. Di alam liar discus merupakan pemakan semua. Selain makanan yang disebutkan di atas, discus juga memakan buah-buahan yang terjatuh ke sungai tempat habitat aslinya.

Harga Ikan Discus

Untuk mengetahui harga ikan diskus di pasaran kita bisa mendapatkan informasi dengan berbagai cara. Bisa kita tanyakan langsung ke toko penjual ikan hias terdekat. Atau bisa juga kita cari tahu melalui browsing pada mesin pencari seperti google.co.id, yahoo.co.id dan mesin pencari lainnya.

Jika anda ingin mengetahui informasi harga ikan discus melalui mesin pencari anda bisa mengetikan beberapa kata kunci berikut di mesin pencari yang anda gunakan. “Jual ikan discus”, “jual beli ikan discus”, “jual ikan discus murah” ketiga kata kunci itu jika kita ketikan pada mesin pencari maka kita akan mendapatkan sejumlah daftar blog atau website penjual ikan discus yang bisa kita pilih untuk mendapatkan informasi yang kita butuhkan, selain 3 kata kunci di atas masih banyak lagi kata kunci yang bisa kita masukan untuk mendapatkan informasi seputar ikan discus, misalkan “Ikan Discus murah”,  “Harga Ikan Discus Anakan”, “Harga Ikan Discus Kecil”, “Ikan Discus Termahal”. Untuk jenis ikan discus yang banyak di jual belikan antara lain adalah :

Ikan Discus Blue Diamond

Blue Diamond Diskus

Blue Diamond Discus

Ikan discus blue diamond merupakan jenis yang paling di kenal di antara jenis-jenis ikan diskus lainnya. Bentuk corak tubuhnya berwarna biru telur asin, dan keunikannya adalah ikan ini seolah-olah mengeluarkan cahaya berpendar-pendar.

Ikan Discus Red Melon

Red Melon Discus

Red Melon Discus

Ikan discus red melon memiliki ciri warna yang khas, warnanya merah seperti buah semangka (water melon). Ikan diskus red melon termasuk jenis yang sangat di minati di pasaran. Baik pasaran lokal maupun manca negara, seperti negara-negara eropa dan jepang.

Selain kedua contoh tersebut masih banyak lagi jenis ikan diskus yang tersedia di pasaran seperti gold yellow diamond discus, marlboro red discus, pearl pigeon disucs, red ribbon discus, checker board pigoen discus, red royal blue discus, snake skin discus, snake skin king cobra discus, san merah discus, golden marlboro discus, leopard snake discus, mozaik leopard discus, white diamond discus, fire cracker discus, heckel discus. (Eza)

Discus fish

Baca juga artikel sebelumnya : Ikan Black Ghost, Ikan Oscar



4 gagasan untuk “IKAN DISCUS (Symphysodon Discus)

  1. Ping-balik: MENGENAL IKAN KOI (Cyprinus carpio) - IKAN-IKAN

  2. Ping-balik: IKAN ARWANA (Scleropages formosus) - IKAN-IKAN

  3. Ping-balik: IKAN BETOK / BETIK (Anabas Testudineus) - IKAN-IKAN

  4. Ping-balik: PROFESSIONAL HVAC CONTRACTOR - AIR CONDITIONING REPAIR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *