Arsip Tag: Manfaat belut

IKAN BELUT (Monopterus/Fluta, Ophiternon/Synbrachnus)

Mengenal Ikan Belut (Monopterus/Fluta, Ophiternon/Synbrachnus)

Ikan belut atau lindung (Monopterus/Fluta, Ophiternon/Synbrachnus) merupakan ikan yang bentuknya mirip ular dan tergolong dalam suku Synbranchidae. Suku synbranchidae sendiri memiliki empat genera, dari keempat genera tersebut terdapat 20 jenis belut. Namun 20 jenis belut tersebut bukan angka final. Karena masih ada jenis-jenis yang belum diperikan sehingga totalnya masih sangat memungkinkan berubah. Habitat swamp ells (bahasa inggris belut) aslinya adalah semua daerah tropis, itu sebabnya belut disebut ikan pantropis.

Gambar Belut

Gambar Belut



Ikan belut tidak sama dengan sidat. Ikan belut bisa dibilang tidak memiliki sirip, kecuali bagian ekornya yang memiliki sirip namun sudah tereduksi. Sedangkan sidat masih mempunyai sirip yang jelas. Ciri ikan belut lainnya adalah tidak memiliki sisik (kalaupun ada hanya sedikit), tidak memiliki tulang rusuk, kantung renang dan mampu bernafas lewat udara bukaan hanya insang sempit. Swamp ells (bahasa inggris belut)  otomatis tergolong hewan air tawar, sedangkan kebanyakan sidat hidup di lautan meski ada juga yang hidup di perairan tawar. Mata ikan belut pada umumnya tidak berfungsi dengan baik, bahkan jenis-jenis yang bermukim di gua ada yang kondisi matanya buta.

Morfologi Ikan Belut

Bentuk tubuh ikan belut bulat memanjang. Panjangnya bisa mencapai 30-60cm bahkan bisa lebih panjang lagi, tergantung varietesnya, monopterus indicus merupakan jenis ikan belut yang paling kecil karena panjangnya hanya kisaran 8,5 cm, sementara ikan belut marmer Synbranchus marmoratus tergolong jenis ikan belut yang dapat berkembang sangat besar, panjang marmer synbranchus marmoratus dewasa bisa mencapai 1,5 M. Sedangkan ikan belut sawah atau monopterus albus, yang umumnya terdapat di sawah dan perjual-belikan di pasaran untuk konsumsi, ukuran dewasanya bisa mencapai kisaran 1m.

Diameter tubuhnya yang bulat berukuran 3-4 cm, memiliki ekor tumpul dan tidak bersisik. Pada umumnya habitat ikan belut adalah daerah rawa-rawa namun ada juga yang berhabitat di lautan, tergantung jenisnya. Bentuknya lebih mirip seperti ular daripada ikan, namun belut tidak memiliki sisik akan tetapi susunan kulitnya berupa lapisan yang licin dan berlendir.

Ikan Belut atau lindung umumnya berwarna kehitaman, kemerawan, kecoklatan, abu abu dan ada juga yang berwarna belang–belang. Ikan belut tergolong hewan yang mampu berkembang biak dengan cepat dan mampu menghasilkan anakan dengan jumlah yang cukup banyak, dalam sekali kawin indukan belut mampu menghasilkan anakan sekitar 100 ekor. Berat belut dewasa bisa mencapai 3-4kg per ekor.

Ikan belut pada umumnya kurang suka berenang dan cenderung bersemedi di dalam lumpur. Semua jenis ikan belut adalah pemangsa. Makanan belut umumnya serangga-serangga dan ikan kecil yang terdapat di sungai atau rawa seperti katak, jangkrik, belalang, serta krustasea kecil.

Klasifikasi Ikan Belut

Klasifikasi Ikan Belut

Klasifikasi Ikan Belut

Cara Budidaya Belut

Seperti kita ketahui belut adalah jenis ikan yang berbentuk bulat memanjang seperti ular, ikan belut yang di kenal secara luas oleh masyarakat umum diantaranya adalah, belut sawah, belut rawa, belut muara, belut laut atau sidat, belut listrik, belut moa. Padahal jenis-jenis belut sangat banyak dan tidak hanya terbatas pada belut sawah, belut rawa, belut muara, belut laut atau sidat, belut moa dan belut listrik saja.

Jenis Belut Yang Mudah Dibudidayakan

Sebelum kita membahas cara budidaya belut atau cara beternak belut ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu, jenis belut yang umum dipilih untuk budidaya belut atau ternak belut.

Ada 2 jenis belut yang cukup mudah untuk dibudidayakan, yakni belut sawah (monopterus albus) dan belut rawa (Synbrancus bengalensis). Kedua jenis belut tersebut menjadi pilihan utama para peternak untuk dibudidayakan. karena mudah membudidayakan kedua jenis belut tersebut, sehingga cara budidaya belut atau cara ternak belut yang dilakukan pun tergolong sederhana.

Belut Sawah (monopterus albus)

Ikan belut sawah dapat kita jumpai disekitar area persawahan, hampir setiap sawah di seluruh Indonesia merupakan habitat belut sawah, adapun ciri-ciri dari belut sawah adalah sebagai berikut.

  • Memiliki kulit berwarna lebih cerah (terang) dibanding belut rawa
  • Panjang tubuh belut sawah dewasa kisaran 40-50cm
  • Berat tubuh belut sawah dewasa kisaran 250-350gr/ekor
  • Habitat asli area persawahan
  • Sensitif terhadap gerakan/getaran makhluk lain dan dapat bergerak dengan lincah.
  • bentuk kepala belut sawah lebih runcing dari ikan sidat.
  • Bentuk ekor belut sawah runcing
  • Bentuk mata belut sawah lebih kecil dibanding ikan sidat
  • Belut sawah (monopterus albus) tergolong hewan yang dapat berganti kelamin (hermaprodit) saat mencapai usia tertentu.
  • Indukan betina belut sawah (siap kawin) saat berumur dibawah 10 bulan dengan panjang kisaran 25–35 cm dan bobot 25–30 ekor/kg
  • Indukan jantan belut sawah (siap kawain) saat berumur diatas 10 bulan dengan panjang 40-45cm dan bobot 5–10 ekor/kg.
  • tekstur daging belut sawah sangat lembut
  • Memiliki rasa yang gurih dan sangat enak, serta memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi.

Belut Rawa (Synbrancus bengalensis)

Sebenarnya ikan belut rawa dan ikan belut sawah tidak jauh berbeda serta tidak memiliki perbedaan yang signifikan, bahkan jika dilihat sekilas akan sulit membedakan antara belut rawa dengan belut sawah, adapun ciri-ciri dari belut rawa adalah sebagai berikut.

  • Memiliki warna kulit lebih gelap dibanding belut sawah
  • Panjang tubuh belut rawa saat dewasa mencapai kisaran 55-60cm
  • Bobot tubuhnya dapat mencapai 160-320 gr/ekor
  • Habitat asli belut rawa adalah area rawa atau sekitar tanaman kirai
  • Sensitif terhadap gerakan/getaran makhluk lain dan dapat bergerak dengan lincah.
  • bentuk kepala belut sawah lebih runcing dari ikan sidat.
  • Bentuk ekor belut sawah runcing
  • Bentuk mata belut sawah lebih kecil dibanding ikan sidat
  • Belut rawa (Synbrancus bengalensis) tergolong hewan yang dapat berganti kelamin (hermaprodit) saat mencapai usia tertentu.
  • Indukan betina belut rawa (siap kawin) saat berumur dibawah 10 bulan dengan panjang kisaran 30–40 cm dan bobot 15–20 ekor/kg
  • Indukan jantan belut rawa (siap kawain) saat berumur diatas 10 bulan dengan panjang 45-50cm dan bobot 3–5 ekor/kg.
  • tekstur daging belut sawah sangat lembut
  • Memiliki rasa yang gurih dan sangat enak, serta memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi.

Wadah Budidaya Belut

Setelah kita mengetahui jenis belut yang bisa dibudidaya langkah selanjutnya yang harus kita persiapkan guna memulai budidaya belut atau ternak belut adalah wadah atau sarana untuk budidaya belut. Ada banyak pilihan wadah yang dapat digunakan untuk beternak belut. Masing-masing wadah tentunya memiliki kelebihan dan kekuranganya masing-masing.

Kolam Terpal

wadah beternak belut yang pertama adalah menggunakan kolam terpal. Ukuran terpal yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan lahan yang kita miliki dan jumlah ikan belut yang akan dibudidayakan. Idealnya jumlah belut yang baik dalam 1m2 adalah kisaran 50-100 ekor.

Seperti yang kita ketahui bersama, belut umumnya mengeluarkan lendir sebagai metabolisme alamiah  yang bermanfaat bagi kelangsungan hidupnya. Namun lendir yang dihasilkan oleh belut jika dibiarkan menumpuk dalam waktu yang lama dan jumlah yang terus bertambah akan merusak kualitas air.

Oleh sebab itu, kita sebaiknya mengganti air secara berkala untuk mencegah rusaknya kualitas air. Kita bisa menyedot air dengan pompa akuarium untuk membuang air yang hendak diganti, setelah air kita kurangi secukupnya lalu isilah kolam terpal dengan air baru.

Namun jika anda tidak ingin repot melakukan penyedotan air yang hendak diganti dengan pompa akuarium, ada baiknya kita buatkan saluran pembuangan tepat dibagian tengah kolam terpal, dalam budidaya ikan sistem ini dikenal dengan sistem center drain.

Kolam di buat mengerucut tepat pada bagian tengah, sehingga bagian tengah kolam lebih dalam dibanding bagian pinggir kolam. Intinya, air akan mengalir terbuang begitu pipa pembuangan kita buka tutupnya. Dengan sistem center drain pengontrolan air jadi lebih mudah karena proses pembuangan air dapat dilakukan tanpa menggunakan pompa.

Drum/Tong

Budidaya Belut Dalam Drum

Budidaya Belut Dalam Drum

Budidaya belut dalam drum atau tong juga banyak dilakukan para peternak belut, karena tong atau drum juga bisa menjadi wadah budidaya belut. Berikut ini cara membuat wadah untuk budidaya belut dalam drum :

  • Bersihkan drum/tong sampai bersih khususnya pada bagian dalam drum
  • Buat lubang memanjang pada salah satu sisi drum
  • Letakan drum pada lahan yang datar, jangan lupa berikan pengganjal pada kedua sisinya agar drum tidak menggelinding
  • buat saluran pembuangan dibagian bawah drum
  • lengkapi drum dengan atap pada bagian atasnya, guna mencegah sorotan langsung sinar matahari ke drum/tong yang akan kita gunakan untuk budidaya belut. Sehingga belut yang diternak tidak kepanasan.

Media kembang biak belut merupakan salah satu faktor yang menentukan kesuksesan dalam budidaya belut. Komposisi yang tepat pada media kembang biak juga menentukan cepat atau lambat pertumbuhan belut yang kita ternak diluar faktor pakan. Untuk wadah dari drum bekas dapat menggunakan media berupa kompos, lumpur kering, pupuk TSP, jerami padi dan mikroorganisme stater. Berikut ini komposisi media kembang biak yang pas untuk budidaya belut dalam drum.

  • Lapisi bagian dasar drum dengan jerami sampai ketebalan 50cm
  • tebar mikroorganisma stater secara merata diatas jerami sebanyak 1 liter
  • tambahakan kompos / humus / pupuk kandang setinggi 5 cm, diatas tumpukan jerami
  • tambahkan lumpur kering yang telah di campur dengan pupuk TSP sebanyak 5kg, taburi lapisan terakhir ini kurang lebih setinggi 30cm.
  • Selanjutnya tambahkan air besih kedalam drum setinggi 15cm lalu diamkan selama 14 hari sebelum memasukan belut ke dalam drum, karena lapisan-lapisan yang kita susun tadi membutuhkan waktu untuk proses fermentasi. Demikian cara budidaya belut dalam drum yang umum di lakukan para peternak.

Kolam Semen Dan Bak Fiber

Kolam semen dan bak fiber juga menjadi wadah yang umum digunakan para peternak untuk budidaya belut. Semua wadah memiliki kelebihan dan kekurangan, namun sebaiknya pilih wadah yang paling cocok dengan kondisi kita, baik modal untuk pembuatanya maupun ketersediaan lahan untuk menaruh wadah yang kita gunakan dalam budidaya belut tersebut.

Cara Pembibitan Belut

Bibit Belut

Bibit Belut

Setelah kita memiliki wadah yang sesuai dengan budget, ketersediaan lahan dan jumlah belut yang akan dibudidayakan, tahapan selanjutnya ialah cara pembibitan belut. Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan saat memilih anakan (bibit belut) yang akan kita besarkan. Adapun ciri-ciri bibit belut yang bagus untuk diternak adalah :

Pilih Bibit Belut Yang Bebas Luka

Untuk menghindari penularan penyakit, pilihlah bibit belut yang sehat dan mulus kondisi kulitnya (tidak luka). Baik luka karena penyakit maupun luka bekas gesekan dengan benda keras.

Tidak Lemas Saat Dipegang

Saat di pegang pastikan bibit belut yang akan diternak tidak lemas, cirinya adalah tubuhnya terasa keras (tidak lembek)

Pilih Belut Yang Lincah

Sifat dasar ikan belut adalah agresif dan terlihat lincah, bahkan saat kita pegang pun belut akan berontak dengan cara menggerak-gerakan tubuhnya agar bisa terlepas dari genggaman kita. Pilihlah belut yang tenang namun lincah, cirinya perhatikan saat bibit belut mengambil oksigen keatas, bibit belut yang lincah akan melakukannya dengan cepat kemudain kembali lagi kedasar wadah.

Pilih Bibit Dengan Ukuran Seragam

memilih bibit yang berukuran seragam juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan, sebab untuk mencegah dominasi saat diberikan pakan. Jika ada bibit yang ukurannya lebih besar dari bibit-bibit lain sebaiknya dipisahkan, agar yang lebih besar itu tidak menguasi dan bertambah besar  sendirian. Secara berkala penyortiran juga perlu dilakukan, untuk mendapatkan hasil panen yang merata, penyortiran bisa dilakukan setiap 2-3 minggu.

Jumlah Belut Ideal Dalam Satu Wadah

Ikan belut sama seperti ikan-ikan yang dapat di budidayakan pada umumnya, yakni membutuhkan ruang yang cukup untuk tumbuh kembang secara optimal. Bila ruang atau space yang dimiliki kurang ideal biasanya perkembangan belut tidak tumbuh secara maksimal, bahkan bisa kerdil, selain akan memperlambat pertumbuhan, ruang yang kurang luas juga dapat membuat kualitas air cepat rusak. Untuk kepadatan ideal buat bibit belut dengan  ukuran panjang 10-12cm kisaran 75-100 ekor/m2.

Cara pembibitan belut yang juga harus diperhatikan adalah, saat penebaran bibit belut ke wadah yang sudah kita persiapkan, lakukan penebaran bibit belut pada sore atau pagi hari, hal itu dilakukan guna menghindar resiko strees pada bibit ikan belut yang baru di masukan ke dalam wadah pembesaran. Bagi anda yang memiliki bibit hasil tangkapan dari habitat aslinya, sebaiknya lakukan proses karantina terlebih dahulu selama 2-3 hari. Proses karantina bibit ikan belut dilakukan dengan menaruh bibit ikan belut pada wadah yang diisi dengan air bersih dan mengalir.

Untuk pakan belut selama proses karantina bisa diberikan pakan berupa kocokan telur, berikan pakan belut tersebut secukupnya pada sore hari selama proses karantina. Pengaturan sirkulasi air juga harus diperhatikan dengan seksama, buatlah aliran air seperti genangan sawah, (jangan terlalu deras) yang penting ada sirkulasi air. Selain membutuhkan sirkulasi, bibit ikan belut yang dalam proses karantina juga perlu diperhatikan kedalaman air, karena akan berpengaruh pada perkembangan postur tubuh belut. Wadah dengan air yang terlalu dalam menyebabkan belut banyak bergerak guna mengambil oksigen dari permukaan, efeknya belut akan lebih kurus karena terlalu banyak bergerak.

Cara Memberi Makanan Belut Selama Proses Pembesaran

Jika bibit belut sudah ditebarkan, kini saatnya kita memasuki proses pembesaran bibit ikan belut tersebut. Untuk prosentase makanan belut / pakan belut, sebaiknya berikan setiap hari kisaran 10-20% dari total bobot bibit belut yang ingin kita besarkan. Seiring berjalannya waktu nanti kita akan terbiasa dan peka dengan sendirinya saat memberikan makanan belut. Kita bisa mengetahui apakah belut masih lapar atau sudah kenyang. Sehingga bisa mengatur banyaknya jumlah makanan belut atau pakan belut yang akan kita berikan.

Jaga dan aturlah agar pakan belut atau makanan belut selalu tercukupi, guna menghindari kanibalisme sesama belut yang sedang kita besarkan. Pemberian pakan belut sebaiknya dilakukan pada sore hari, karena dihabitat aslinya ikan belut mencari makan pada sore dan malam hari. Pakan belut atau makanan belut yang baik bisa diberi cacing merah, cacing lor, ikan cere, cacing lumbricus, ikan guppy, ikan cithol, berudu (kecebong), lambung katak, ulat hongkong, anakan ikan mas, keong mas/sawah dan lain sebagainya

Pemanenan Ikan Belut

Setelah sekitar 3–4 bulan proses pembesaran, umumnya belut sudah bisa dipanen. Untuk proses pembesaran selama 3-4 bulan biasanya akan menghasilkan belut dengan bobot kisaran 3-5ekor/kg. Namun ukuran panen bisa disesuaikan dengan permintaan pasar, jika ukuran 3-5 ekor/kg terlalu besar. Bisa diatur dengan memanen lebih awal guna mendapatkan belut dengan ukuran lebih kecil lagi.

Budidaya Belut Tanpa Lumpur

Budidaya Belut Tanpa Lumpur

Budidaya Belut Tanpa Lumpur

Selain cara budidaya belut dengan media seperti diatas, budidaya belut tanpa lumpur juga biasa dilakukan para peternak. Budidaya belut tanpa lumpur memilik beberapa keunggulan dibandingkan budidaya belut dengan lumpur.

Mudah Dalam Mengontrol

Keunggulan pertama budidaya belut tanpa lumpur adalah lebih mudah dalam mengontrol pertumbuhan bibit belut. Hal ini disebabkan media yang digunakan untuk budidaya belut tanpa lumpur biasanya adalah kolam dengan air jernih.

Dapat Menampung Bibit Belut Dengan Jumlah Lebih Banyak

Seperti yang sudah kita singgung diatas, media yang digunakan budidaya belut tanpa lumpur adalah kolam dan air bersih. Hal ini menyebabkan kondisi kolam lebih longgar dibanding dengan kolam budidaya belut dengan lumpur. Kepadatan kolam budidaya belut tanpa lumpur bisa diisi 3 kali lipat dibandingkan budidaya di kolam yang berlumpur. Hal ini menjadi satu keuntungan tersendiri. Karena dengan ukuran wadah yang sama kita bisa membesarkan bibit belut dengan jumlah 3 kali lipat.

Mengurangi Resiko Kanibalisme

Ikan belut tergolong ikan yang bersifat predator. Dimana belut akan memangsa apapun yang dideteksi dan di sinyalir lebih lemah dari dirinya. Ikan belut merupakan salah satu jenis ikan karnivora yang harus diperhatikan sebagai mana budidaya ikan lele. Yakni sama-sama pemangsa hewan lain atau ikan. Bagi belut dewasa, terutama yang sudah menginjak usia diatas 6 bulan, memiliki daerah kekuasaan adalah hal yang lumrah. Selain itu belut dewasa juga sering mengintimidasi belut lain yang lebih lemah. Namun di kolam air yang jernih, belut-belut tersebut tidak bisa menandai daerah kekuasaan masing-masing. Akan tetapi tetap bergerombol sehingga tidak akan terjadi perebutan tempat kekuasaan dan mengurangi resiko perkelahian.

Lebih efektif dan Efisien

Intinya budidaya belut tanpa lumpur lebih efektif dan efisien dibanding dengan budidaya di kolam lumpur. Karena mirip dengan budidaya ikan betutu yang membuat kita tak lagi perlu repot dalam mempersiapkan lumpur fermentasi seperti : pupuk kandang, pupuk kompos, maupun pelepah atau jerami dan debog pisang. Cara budidaya belut tanpa lumpur juga lebih menghemat lahan dan lebih maksimal saat memberikan makanan pada bibit belut. Karena pakan akan mudah terlihat dan dimangsa oleh belut-belut.

Harga Belut Dan Harga Bibit Belut

Harga belut dipasaran bervariasi, harga belut tiap daerah biasanya berbeda, ada yang perbedaan harga belut satu daerah dengan daerah lainnya sedikit ada juga yang perbedaan harga belut jauh berbeda. Selain regional, faktor cuaca juga dapat mempengaruhi harga belut dipasaran, jika musim hujan harga belut akan turun, namun saat musim kemarau harga belut akan melambung. Untuk lebih jelasnya daftar harga belut di beberapa daerah dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Daftar Harga Belut

Daftar Harga Belut

Bagi anda yang ingin memulai budidaya belut, anda tidak usah khawatir kesulitan untuk mendapatkan bibit belut, sebab banyak peternak yang khusus jual bibit belut, anda bisa mencari peternak yang jual bibit belut terdekat dari tempat tinggal anda, kalau di dekat daerah anda tidak ada yang jual bibit belut, anda bisa mencari informasi di mesin pencari (internet) sebab banyak peternak belut yang jual bibit belut dengan cara online, namun untuk membeli bibit belut secara online anda harus lebih berhati-hati, pelajari dan teliti terlebih dahulu sebelum membeli agar anda tidak tertipu.

Harga bibit belut juga bervariasi, namun variasi harga bibit belut biasanya tergantung daerah tujuan pengiriman, mengingat tidak semua daerah terdapat peternak yang menjual bibit belut, dan umumnya peternak yang menjual bibit belut hanya terdapat di pulau Jawa, maka bagi pembeli di luar pulau Jawa akan dikenakan biaya pengiriman yang berbeda-beda (sesuai daerah tujuan). Harga bibit belut (belum termasuk ongkos kirim) umumnya dibandrol kisaran 75 ribu-85 ribu/kg, 1 kg berisi sekirat 100-120 ekor belut dengan ukuran 12-15cm.

Khasiat Belut atau Manfaat Belut

Sebelum kita membahas tentang khasiat belut ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu kandungan gizi yang terdapat pada ikan belut.

Kandungan mineral, protein yang tinggi, lemak juga vitamin pada ikan belut hampir sama seperti ikan rawa lainnya. Berikut ini tabel kandungan gizi pada ikan belut yang tidak kalah baiknya dengan kandungan gizi daging hewan lainnya.

Kandungan Gizi Belut

Kandungan Gizi Belut

Setelah kita mengetahui kandungan gizi yang terdapat pada ikan belut, sekarang saatnya kita bahas khasiat belut atau manfaat belut yang dapat kita peroleh dari mengkonsumsinya.

Fosfor

Kandungan fosfor pada daging belut tergolong tinggi, oleh sebab itu khasiat mengkonsumsi ikan belut dapat menambah kokoh dan kuat tulang pada tubuh kita, manfaat belut lainnya yang dapat diperoleh dari kandungan fosfor pada daging belut adalah dapat mencegah atau meminimalisir pengroposan tulang yang dalam dunia medis dikenal dengan penyakit osteoporosis.

Zat Besi

Salah satu manfaat zat besi bagi tubuh manusia adalah dapat mencegah anemia. Kekurangan zat besi pada tubuh dapat mempengaruhi kestabilan pembentukan hemoglobin pada sel darah yang akan mengakibatkan minimnya suplai oksigen ke seluruh tubuh kita. Kandungan zat besi pada belut mampu memenuhi kebutuhan ini, itu sebabnya salah satu khasiat belut adalah dapat mencegah anemia dan belut juga baik dikonsumsi buat anda yang mengalami ganguan pada sistem kekebalan tubuh.

Kalori

Kalori yang tinggi dapat membantu mencukupi kebutuhan tubuh saat melakukan aktiviatas sehari-hari. Manfaat belut selanjutnya adalah dapat memenuhi kebutuhan kalori bagi tubuh manusia. Jika dikonsumsi secara proposional dan teratur, sebab kandungan kalori pada ikan belut tergolong tinggi.

Vitamin

Khasiat belut sangat bermanfaat bagi kesehatan mata, membentuk protein, hormon dan mendukung perkembangan fungsi jaringan saraf serta dapat membantu normalisasi tekanan darah pada otak, sehingga menurunkan resiko pembekuan darah pada otak juga termasuk bagian dari manfaat belut yang kaya akan vitamin B. Sedangkan kandungan vitamin A pada ikan belut yang mencapai 1600 SI sangat berguna bagi pertumbuhan dan kesehatan mata serta sangat bermanfaat bagi sistem reproduksi.

Arginin

Khasiat belut atau manfaat belut lainnya yang bisa kita rasakan berasal dari arginin yang terkandung dalam belut, arginin berfungsi sangat penting dalam melakukan penghambatan pertumbuhan sel kangker payudara, sehingga belut sangat cocok untuk dikonsumsi bagi wantia guna mencegah penyakit kangker payudara. Selain itu arginin juga dapat mencegah penyempitan pembuluh darah dan menurunkan resiko terkena serangan jantung.

Manfaat Belut Bagi Lingkungan Hidup

Selain bermanfaat bagi kesehatan manusia manfaat belut juga dapat dirasakan bagi lingkungan hidup, sebab belut dapat dijadikan indikator penting yang digunakan untuk mendeteksi penurunan kualitas air atau terjadinya pencemaran lingkungan.

Efek Samping Ikan Belut

Selain segudang manfaat belut atau khasiat belut yang dapat kita rasakan dengan mengkonsumsi ikan belut, ternyata belut juga memiliki efek samping. Khusus bagi anda yang mempunyai masalah dengan kolesterol, sangat tidak dianjurkan menkonsumsi belut, karena pada belut terdapat kandungan lemak yang cukup tinggi.

Cara Memasak Belut Yang Sehat

Belut yang kaya akan citarasa menjadikan salah satu ikan yang dapat di masak dengan beragam olahan, banyak resep belut atau masakan belut yang menunjukan bahwa belut bisa diolah dengan bermacam cara, baik direbus, digoreng dan dipanggang. Berikut adalah link beberapa resep belut atau masakan belut yang bisa dijadikan panduan bagi anda yang ingin menikmati kelezatan daging belut.

Bagi anda yang punya masalah dengan kolesterol namun tetap ingin mengkonsumsi belut, dianjurkan cara memasak belut dengan memanggang. Sebab komposisi kolesterol dan asam lemak yang dimasak dengan cara dipanggang akan mencair dan dapat mengurangi kadar lemak pada daging belut yang siap disantap. Dan hindari cara memasak belut dengan digoreng. Sebab belut yang digoreng dengan minyak, justru dapat menambah kadar minyak yang terdapat dalam daging belut, karena kadar lemak pada daging belut tidak mencair secara sempurna.

Manfaat Susu Belut / Khasiat Susu Belut

Susu belut bukan susu yang dihasilkan dari ikan belut, sebab susu belut merupakan merk ramuan herbal alami yang dibuat dari rempah-rempah tradisional Nusantara. Susu belut sudah di uji oleh BPOM dengan nomor TR 063 260 231 sehingga terjamin keamanannya.

Komposisi susu belut terdiri dari akar pepaya, daun pepaya, rimpang jahe, temu hitam, temu lawak dan biji kopi. Khasiat meminum susu belut sangat banyak, yang paling utama adalah menambah nafsu makan. Dan dapat meningkatkan berat badan dengan waktu yang relatif singkat. Selain itu manfaat susu belut lainnya, dapat memperlancar saluran pencernaan, menjadikan badan terasa ringan dan segar, menghilangkan racun yang terdapat dalam tubuh dan menambah kekebalan tubuh terhadap penyakit serta masih banyak lagi khasiat susu belut atau manfaat susu belut yang dapat dirasakan jika dikonsumsi secara teratur. (Eza)

Belut Besar

Cara Beternak Belut

Resep Masakan Belut

Baca Juga : Ikan Gurame | Jenis Ikan Louhan | Ikan Betutu